Diduga Dipukul Oknum TNI, Warga Melapor ke Polisi Militer di Bireuen

JURNAL ACEH

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 21:23 WIB

50247 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen | Seorang warga bernama Hermansyah melaporkan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Tentara Nasional Indonesia ke Subdetasemen Polisi Militer (Subdenpom) IM/1-1 Bireuen. Ia mengaku menjadi korban pemukulan menggunakan popor senjata saat sedang dalam perjalanan mengantarkan bantuan kemanusiaan menuju Aceh Tamiang.

“Saya melaporkan aparat yang memukul saya dengan popor senjata, termasuk yang menganiaya saya di Gampong Mane Tunong, Aceh Utara, Kamis malam lalu,” ujar Hermansyah, Sabtu, 27 Desember 2025.

Laporan Hermansyah diterima langsung oleh Komandan Subdenpom, Kapten CPM Andy Setiawan. Usai membuat laporan, pada hari yang sama Hermansyah menjalani proses visum di RSUD Fauziah, Bireuen, untuk mendokumentasikan luka-luka yang dideritanya. Dalam pengaduannya, Hermansyah tidak datang sendirian. Ia didampingi sekitar 50 orang lainnya yang merupakan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka dari wilayah Bireuen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan rombongan dimulai dari Gampong Alu Kuta, Kecamatan Jangka, Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka hendak mengantar bantuan berupa sembako dan barang kebutuhan lainnya ke warga terdampak banjir di Aceh Tamiang, daerah yang beberapa pekan terakhir mengalami musibah banjir besar.

Menurut Hermansyah, dalam perjalanan mereka sempat berhenti di kawasan Keude Matang selama hampir tiga jam untuk memperbaiki kendaraan. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan dengan melintasi jalur alternatif melalui kawasan Awe Geutah. Menjelang malam, sekitar pukul 20.00 WIB, mereka sampai di Gandapura dan memutuskan beristirahat, makan, dan minum karena lelah.

Usai beristirahat, rombongan kembali bergerak menuju Aceh Tamiang. Mereka menggunakan sebuah kendaraan bak terbuka yang sarat muatan berisi logistik bantuan. Namun dalam perjalanan, tepatnya saat melintasi Jembatan Krueng Mane—perbatasan antara Bireuen dan Aceh Utara—mereka terjebak kemacetan akibat adanya pemeriksaan oleh aparat gabungan.

“Mobil kami dihentikan dan diperiksa oleh gabungan Satlantas dan anggota TNI. Kami disuruh turun dari kendaraan,” ujar Hermansyah.

Menurut keterangannya, dalam pemeriksaan tersebut, aparat tidak menemukan benda mencurigakan ataupun simbol apapun termasuk bendera dalam kendaraan. Setelah pemeriksaan selesai, rombongan yang berjumlah sekitar 15 orang itu diizinkan melanjutkan perjalanan.

Namun baru sekitar 200 meter setelah meninggalkan lokasi pemeriksaan, Hermansyah menjelaskan dirinya turun dari kendaraan bak terbuka itu karena melihat ada keributan di belakang. Ia mendengar suara teriakan dan melihat tanda-tanda terjadi ketegangan antara warga dengan aparat. Melihat situasi itu, ia memutuskan kembali ke lokasi.

“Saat turun, saya melihat ada pemukulan terhadap beberapa warga sipil. Saya coba mendekat dan kemudian saya sendiri dipukul, dipiting, dan dipukul menggunakan popor senjata,” katanya.

Hermansyah tidak menyebut secara pasti siapa oknum yang memukulnya, tapi menyatakan yakin bahwa pelaku berasal dari unsur TNI yang tergabung dalam tim aparat gabungan di titik penyekatan tersebut. Ia mengaku mengalami luka di bagian pinggang dan punggung akibat benturan dan hantaman benda keras.

Setelah kejadian itu, Hermansyah bersama rombongan kembali ke Bireuen dan memutuskan mengajukan laporan resmi. Ia berharap laporan ini bisa diproses secara hukum oleh Polisi Militer. Ia juga mendesak agar kekerasan terhadap warga sipil seperti ini tidak kembali terulang, apalagi di tengah upaya masyarakat membantu sesama yang tertimpa bencana.

Insiden ini menambah catatan panjang soal dinamika keamanan di Aceh yang akhir-akhir ini tengah kembali menghangat, utamanya pascakejadian pengibaran Bendera Bulan Bintang dan penggunaan kekuatan bersenjata dalam pengamanan aksi sipil. Hingga kini, pihak TNI belum memberikan pernyataan resmi atas laporan Hermansyah. (*)

Berita Terkait

Kapolres Bireuen Bersama Dandim 0111/Bireuen Tinjau Kesiapan Akhir Jembatan Baru Krueng Tingkeum
Kapolres Bireuen Hadiri Peresmian Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang, Mobilitas Masyarakat Kembali Normal Pasca Bencana
Pocil Binaan Polres Bireuen Ikuti Lomba Polisi Cilik Tingkat Jajaran Polda Aceh Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71
Kapolres Bireuen Hadiri Donor Darah Milad Ke-60 Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI)
Beragam Penghargaan Diberikan kepada Sekolah Aktif Kampanyekan Keselamatan, Kolaborasi Satlantas Polres Bireuen
Kapolres Bireuen Hadiri Acara Resmi HUDA, Serukan Kolaborasi Cegah Krisis Sosial
Pelatihan Kehumasan Polri Digelar, Polres Bireuen Perkuat Kemampuan Komunikasi Publik Seluruh Personel
Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Perintahkan Wapres Gibran Audit 32 Ribu korban BB

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 00:01 WIB

Kongkalikong Alat Berat dan Setoran Disorot Warga Geumpang, Penertiban Tambang Diminta Jangan Berhenti di Operator

Selasa, 22 September 2026 - 03:12 WIB

Tenda Tambang Dibakar, Dugaan Pemodal Cina Masih Misterius: Penertiban PETI Geumpang Jangan Berhenti di Permukaan

Selasa, 22 September 2026 - 03:11 WIB

PETI Geumpang dan Dugaan Modal Cina: Tenda Penambang Lokal Ditertibkan, Siapa Pemilik Alat Berat yang Belum Tersentuh?

Minggu, 20 September 2026 - 20:51 WIB

Pidie Berpesta di Usia ke-515, Warga Alue Pigoe Menangisi Kamp Kerja yang Hangus Dilalap Api

Minggu, 20 September 2026 - 02:46 WIB

PETI Geumpang Pidie Kembali Dipertanyakan, Warganet Singgung Dugaan Setoran dan Tambang yang Disebut Kembali Beroperasi

Minggu, 20 September 2026 - 01:03 WIB

PETI Geumpang Kembali Disorot setelah Penindakan Sebelumnya, Nama Wakil Bupati Muncul di Medsos, APW-LLA Desak Pengawasan Diperketat

Sabtu, 12 September 2026 - 18:35 WIB

Ribuan Lubang Tambang Emas Mengancam Geumpang, Pemerintah Didesak Ungkap Data, Risiko Bencana dan Potensi Pencemaran

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:17 WIB

Polres Pidie Raih Penghargaan Kapolri atas Capaian Nilai IKPA Sempurna Tahun Anggaran 2025

Berita Terbaru